Aldehid

 

 

  1. JUDUL PERCOBAAN :  ALDEHIDA DAN KETON
  2. TANGGAL PERCOBAAN : 18 Oktober 2011
  3. TUJUAN PERCOBAAN : Mengetahui perubahan dan reaksi reduksi yang terjadi           pada aldehida dan keton
  1. DASAR TEORI :

Menurut goldberg (2002 : 218) menyatakan bahwa aldehid dan keton dihasilkan melalui oksidasi ringan dengan alkohol primer yaitu alkohol dan gugus OH pada atom karbon ujung oksidasi ringan pada alkohol sekunder ( dengan gugus OH pada atom karbon yang terhubung dengan dua atom karbon lain 0 menghasilkan keton.

Menurut purba (2007 :168-169) Tata nama aldehid (alkanal) bercabang pada dasarnya sama seperti alkanol tetapi posisi gugus –CHO, nama alkanal diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi al, sedangkan keton atau alkanon diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan menggantikan akhiran a menjadi on. Suku terendah dari alkanon adalah propanon. Nama lazim keton adalah alkik-alkil keton, kedua gugus alkil tersebut terpisah kemudian diakhiri dengan kata keton.

Contoh : CH3COC2H5    metil etil keton

CH3COCH3      dimetil keton

Menurut Hart (2006:208) Air seperti alkohol juga nukleofil oksigen dan dapat beradisi pada aldehid dan keton melalui reaksi bolak balik, tetapi kebanyakan aldehid dan keton hidrat tidak dapat diisolasi karena mudahnya unsur air terlepas dan membentuk senyawa karbonil kembali.

  1. ALAT DAN BAHAN
    1. ALAT

Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah

Tabung teaksi, pipet volume, bola penghisap, Erlenmeyer/beaker glass dan kapas.

  1. BAHAN

Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah

Acetaldehide, perak nitrat, Natrium karbonat 10%, Natrium hiidroksida 10%, Natrium hidrosulfit, larutan fehling dan aceton.

  1. PROSEDUR KERJA
    1. Acetaldehyde
      1. Reduksi Larutan Perak amonikal
      2. Dimasukkan 1 ml larutan acetaldehyde ke dalam tabung reaksi.
      3. Ditambahkan 4 tetes larutan perak amonikal, dikocok.
      4. Dipanaskan dalam beaker glass yang sudah berisi aquades 20-25 ml dengan suhu 700C. diamati perubahannya.
      5. Diulangi percobaan sekali lagi.
        1. Reduksi Larutan Fehling
        2. Dimasukkan 1 ml larutan acetaldehyde pada tabung reaksi.
        3. Ditambahkan 2 tetes larutan fehling, dikocok larutan tersebut.
        4. Kemudiann dipanaskan (seperti halnya pada percobaan 1), diamati perubahannya.
        5. Jika perubahan yang terjadi tampak kurang jelas, ditambahkan larutan NaCO3 10% sebanyak 5 tetes, diamati perubahannya.
          1. Pembuatan Resin (Pendamaran)
          2. Dimasukkan 1 ml acetaldehyde ke dalam tabung reaksi.
          3. Ditambahkan 1 ml NaOH 10%, ditutup menggunakan tissue atau kapas.
          4. Kemudian dipanaskan dengan menggunakan beaker glass yang sudah diisi aquades. Diamati perubahan yang terjadi.
          5. Diulangi percobaan sekali lagi.
            1. Keton
              1. Dimasukkan 1ml aceton.
              2. Ditambahkan 0.5 ml NaHSO4/p ke dalam tabung reaksi, dikocok. Diamati perubahan yang terjadi.
              3. Kemudian dipanaskan larutan tersebut seperti pada percobaan A).
              4. Selanjutnya didinginkan, diamati perubahan yang terjadi.
              5. Diulangi percobaan sekali lagi.
  1. HASIL PENGAMATAN
    1. SEBELUM PERCOBAAN

No

Nama Bahan

Bentuk

Bentuk

1

AgNO3

Larutan

Tidak Berwarna

2

Na2CO3

Larutan

Tidak Berwarna

3

NaHSO4

Larutan

Tidak Berwarna

4

NaOH

Larutan

Tidak Berwarna

5

Asetaldehida

Larutan

Tidak Berwarna

6

Aseton

Larutan

Tidak Berwarna

7

Larutan fehling A

Larutan

Biru

8

Larutan Fehloing B

Larutan

Tidak Berwarna

9

NH3

Larutan

Tidak Berwarna

  1. SESUDAH PERCOBAAN
    1. Acetaldehyde
  1. Reduksi larutan Perak Amonikal

Aldehid + AgNO3 + NH3                 Cincin perak, dan kemudian dipanaskan menghasilkan cermin perak

  1. Reduksi Larutan Fehling

Aldehid + Fehling A dan fehling B                 Warna biru kemudian dipanaskan  warnanya menjadi warna merah.

  1. Pembuatan Resin (Pendamaran)

CH3Aldehid + NaOH                   Larutn tidak berwarna kemudian dipanaskan warnanya berubah menjadi warna orange kecoklatan dan berbau getah damar

  1. Aseton

Aseton +  NaHSO4                         Larutan tidak berwarna yang terpisah kemudian dipanaskan menjadi larutan tidak berwarna yang terpisah dan lebih keruh serta kental.

  1. REAKSI PERHITUNGAN
  2. CH3CO CH3 + NaOH                  CH3COONa + CH4
  1. PEMBAHASAN

Aldehid dan keton dihasilkan melalui oksidasi ringan dari alkohol primer yaitu alkohol dan gugus OH pada atom carbon ujung oksidasi ringan pada alkohol sekunder. Pada percobaan ini asetaldehida atau aldehida direduksi larutan perak amonokal, larutan aldehid 1 ml yang tidak berwarna ditambahkan dengan perak amonikal larutan yang tidak berwarna 4 tetes ke dalam tabung reaksi yang telah larutan aldehid, dan kemudian ditambahkan lagi larutan amoniak pekat yang tidak berwarna sehingga menghasilkan cincin perak kemudian tabung reaksi yang telah terbentuk cincin perak tadi di panaskan kedalam beaker glass yang telah berisi aquades dengan suhu 70 sehingga menghasilkan cermin perak.

Pada percobaan kedua yaitu reduksi larutan fehling, aldehid ditambahkan dengan larutan fehling A yang berwarna biru dan ditambah lagi dengan larutan fehling B yang tidak berwarna dan titambah lagi larutan natrium karbonat yang tidak berwarna sebagai katalis yaitu untuk mempercepat berlangsungnya reaksi kimia ke da;am tabung reaksi sehingga menghasilkan warna biru. Kemudian larutan tersebut dipanaskaan dalam beaker glass yang berisi air 20-25 ml dengan suhu 70 sehingga beberapa menit kemudian warna sebelum dipanaskan berwarna biru menjadi warna merah setelah dipanaskan.

Pada percobaab pembuatan resin atau pendamaran, diisi larutan aldehid 1 ml kedalam tabung reaksi kemudian ditambahkan dengan larutan natrium hidroksida yang tidak berwarna 1 ml 10% sehingga menghasilkan larutan yang tidak berwarna, kemudian larutan tersebut dipanaskan kedalam beaker glass yang berisi air 20-25 denggan suhu 70, beberapa menit kemudian warnanya berubah menjadi warna orange kecoklatan da berbeu seperti getah damar.

Pada percobaab aseton, ke dalam tabung reaksi dimasukkan 1 ml larutan aseton yang tidak berwarna kemudian ditambahkan dengan larutan natrium hidrigen sulfat pekat 0.5 ml yang tidak berwarna sehingga menghasilkan larutan yang tidak berwarna yang terpisah, kemudian larutan tersebut dipanaskan sehingga menghasilkan larutan yang tidak berwarna yang terpisah antara keton dan larutan natrium hidrogen sulfat dan larutan setelah dipanaskan lebih keruh dan kental.

  1. KESIMPULAN
    1. Aldehid dan keton dihasilkan melalui oksidasi ringan dari alkohol primer
    2. Aldehid detambahkan dengan perak nitrat dan amonikal menghasilkan cermin perak
    3. Reduksi larutan fehling A dan B pada aldehid menghasilkan larutan berwarna biru.
    4. Resin terbentuk karena aldehid ditambahkan dengan larutan natrium hidriksida kemudian dipanaskan dalam beaker glass pada suhu 70 .
    5. Aseton ditambah dengan natrium hidrogensulfat dan di panaskan menghasilkan larutan tidak berwarna dan larutannya lebih keruh dan kental.
      1. JUDUL PERCOBAAN :  ALDEHIDA DAN KETON
      2. TANGGAL PERCOBAAN : 18 Oktober 2011
      3. TUJUAN PERCOBAAN : Mengetahui perubahan dan reaksi reduksi yang terjadi           pada aldehida dan keton
      1. DASAR TEORI :

      Menurut goldberg (2002 : 218) menyatakan bahwa aldehid dan keton dihasilkan melalui oksidasi ringan dengan alkohol primer yaitu alkohol dan gugus OH pada atom karbon ujung oksidasi ringan pada alkohol sekunder ( dengan gugus OH pada atom karbon yang terhubung dengan dua atom karbon lain 0 menghasilkan keton.

      Menurut purba (2007 :168-169) Tata nama aldehid (alkanal) bercabang pada dasarnya sama seperti alkanol tetapi posisi gugus –CHO, nama alkanal diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi al, sedangkan keton atau alkanon diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan menggantikan akhiran a menjadi on. Suku terendah dari alkanon adalah propanon. Nama lazim keton adalah alkik-alkil keton, kedua gugus alkil tersebut terpisah kemudian diakhiri dengan kata keton.

      Contoh : CH3COC2H5    metil etil keton

      CH3COCH3      dimetil keton

      Menurut Hart (2006:208) Air seperti alkohol juga nukleofil oksigen dan dapat beradisi pada aldehid dan keton melalui reaksi bolak balik, tetapi kebanyakan aldehid dan keton hidrat tidak dapat diisolasi karena mudahnya unsur air terlepas dan membentuk senyawa karbonil kembali.

      1. ALAT DAN BAHAN
        1. ALAT

      Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah

      Tabung teaksi, pipet volume, bola penghisap, Erlenmeyer/beaker glass dan kapas.

      1. BAHAN

      Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah

      Acetaldehide, perak nitrat, Natrium karbonat 10%, Natrium hiidroksida 10%, Natrium hidrosulfit, larutan fehling dan aceton.

      1. PROSEDUR KERJA
        1. Acetaldehyde
          1. Reduksi Larutan Perak amonikal
          2. Dimasukkan 1 ml larutan acetaldehyde ke dalam tabung reaksi.
          3. Ditambahkan 4 tetes larutan perak amonikal, dikocok.
          4. Dipanaskan dalam beaker glass yang sudah berisi aquades 20-25 ml dengan suhu 700C. diamati perubahannya.
          5. Diulangi percobaan sekali lagi.
            1. Reduksi Larutan Fehling
            2. Dimasukkan 1 ml larutan acetaldehyde pada tabung reaksi.
            3. Ditambahkan 2 tetes larutan fehling, dikocok larutan tersebut.
            4. Kemudiann dipanaskan (seperti halnya pada percobaan 1), diamati perubahannya.
            5. Jika perubahan yang terjadi tampak kurang jelas, ditambahkan larutan NaCO3 10% sebanyak 5 tetes, diamati perubahannya.
              1. Pembuatan Resin (Pendamaran)
              2. Dimasukkan 1 ml acetaldehyde ke dalam tabung reaksi.
              3. Ditambahkan 1 ml NaOH 10%, ditutup menggunakan tissue atau kapas.
              4. Kemudian dipanaskan dengan menggunakan beaker glass yang sudah diisi aquades. Diamati perubahan yang terjadi.
              5. Diulangi percobaan sekali lagi.
                1. Keton
                  1. Dimasukkan 1ml aceton.
                  2. Ditambahkan 0.5 ml NaHSO4/p ke dalam tabung reaksi, dikocok. Diamati perubahan yang terjadi.
                  3. Kemudian dipanaskan larutan tersebut seperti pada percobaan A).
                  4. Selanjutnya didinginkan, diamati perubahan yang terjadi.
                  5. Diulangi percobaan sekali lagi.
      1. HASIL PENGAMATAN
        1. SEBELUM PERCOBAAN

      No

      Nama Bahan

      Bentuk

      Bentuk

      1

      AgNO3

      Larutan

      Tidak Berwarna

      2

      Na2CO3

      Larutan

      Tidak Berwarna

      3

      NaHSO4

      Larutan

      Tidak Berwarna

      4

      NaOH

      Larutan

      Tidak Berwarna

      5

      Asetaldehida

      Larutan

      Tidak Berwarna

      6

      Aseton

      Larutan

      Tidak Berwarna

      7

      Larutan fehling A

      Larutan

      Biru

      8

      Larutan Fehloing B

      Larutan

      Tidak Berwarna

      9

      NH3

      Larutan

      Tidak Berwarna

      1. SESUDAH PERCOBAAN
        1. Acetaldehyde
      1. Reduksi larutan Perak Amonikal

      Aldehid + AgNO3 + NH3                 Cincin perak, dan kemudian dipanaskan menghasilkan cermin perak

      1. Reduksi Larutan Fehling

      Aldehid + Fehling A dan fehling B                 Warna biru kemudian dipanaskan  warnanya menjadi warna merah.

      1. Pembuatan Resin (Pendamaran)

      CH3Aldehid + NaOH                   Larutn tidak berwarna kemudian dipanaskan warnanya berubah menjadi warna orange kecoklatan dan berbau getah damar

      1. Aseton

      Aseton +  NaHSO4                         Larutan tidak berwarna yang terpisah kemudian dipanaskan menjadi larutan tidak berwarna yang terpisah dan lebih keruh serta kental.

      1. REAKSI PERHITUNGAN
      2. CH3CO CH3 + NaOH                  CH3COONa + CH4
      1. PEMBAHASAN

      Aldehid dan keton dihasilkan melalui oksidasi ringan dari alkohol primer yaitu alkohol dan gugus OH pada atom carbon ujung oksidasi ringan pada alkohol sekunder. Pada percobaan ini asetaldehida atau aldehida direduksi larutan perak amonokal, larutan aldehid 1 ml yang tidak berwarna ditambahkan dengan perak amonikal larutan yang tidak berwarna 4 tetes ke dalam tabung reaksi yang telah larutan aldehid, dan kemudian ditambahkan lagi larutan amoniak pekat yang tidak berwarna sehingga menghasilkan cincin perak kemudian tabung reaksi yang telah terbentuk cincin perak tadi di panaskan kedalam beaker glass yang telah berisi aquades dengan suhu 70 sehingga menghasilkan cermin perak.

      Pada percobaan kedua yaitu reduksi larutan fehling, aldehid ditambahkan dengan larutan fehling A yang berwarna biru dan ditambah lagi dengan larutan fehling B yang tidak berwarna dan titambah lagi larutan natrium karbonat yang tidak berwarna sebagai katalis yaitu untuk mempercepat berlangsungnya reaksi kimia ke da;am tabung reaksi sehingga menghasilkan warna biru. Kemudian larutan tersebut dipanaskaan dalam beaker glass yang berisi air 20-25 ml dengan suhu 70 sehingga beberapa menit kemudian warna sebelum dipanaskan berwarna biru menjadi warna merah setelah dipanaskan.

      Pada percobaab pembuatan resin atau pendamaran, diisi larutan aldehid 1 ml kedalam tabung reaksi kemudian ditambahkan dengan larutan natrium hidroksida yang tidak berwarna 1 ml 10% sehingga menghasilkan larutan yang tidak berwarna, kemudian larutan tersebut dipanaskan kedalam beaker glass yang berisi air 20-25 denggan suhu 70, beberapa menit kemudian warnanya berubah menjadi warna orange kecoklatan da berbeu seperti getah damar.

      Pada percobaab aseton, ke dalam tabung reaksi dimasukkan 1 ml larutan aseton yang tidak berwarna kemudian ditambahkan dengan larutan natrium hidrigen sulfat pekat 0.5 ml yang tidak berwarna sehingga menghasilkan larutan yang tidak berwarna yang terpisah, kemudian larutan tersebut dipanaskan sehingga menghasilkan larutan yang tidak berwarna yang terpisah antara keton dan larutan natrium hidrogen sulfat dan larutan setelah dipanaskan lebih keruh dan kental.

      1. KESIMPULAN
        1. Aldehid dan keton dihasilkan melalui oksidasi ringan dari alkohol primer
        2. Aldehid detambahkan dengan perak nitrat dan amonikal menghasilkan cermin perak
        3. Reduksi larutan fehling A dan B pada aldehid menghasilkan larutan berwarna biru.
        4. Resin terbentuk karena aldehid ditambahkan dengan larutan natrium hidriksida kemudian dipanaskan dalam beaker glass pada suhu 70 .
        5. Aseton ditambah dengan natrium hidrogensulfat dan di panaskan menghasilkan larutan tidak berwarna dan larutannya lebih keruh dan kental.