Sebuah unsur kimiawi dalam daging merah membantu menjelaskan mengapa makan terlalu banyak steak, daging cincang dan daging iris (bacon) bisa berdampak buruk bagi jantung, demikian diungkapkan peneliti Amerika. Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Medicine menunjukkan bahwa carnitine dalam daging merah dipecah oleh bakteri di dalam usus. Hal tersebut meningkatkan level kolesterol sekaligus meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung.

8368_620

Daging segar

Selama ini diketahui bahwa mengkonsumsi daging merah secara reguler bisa membahayakan kesehatan. Di Inggris, pemerintah merekomendasikan untuk konsumsi tidak lebih dari 70 gram daging merah atau daging yang diproses. Jumlah ini sama dengan dua iris bacon.

Lemak jenuh dan cara memproses daging tersebut juga diperkirakan memberikan kontribusi bagi masalah jantung. Namun, itu bukanlah penyebab utama. “Kolesterol dan lemak jenuh pada daging yang tak berlemak, kadarnya tidak terlalu tinggi. Pasti ada sesuatu yang lain yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler,” ujar ketua peneliti Dr Stanley Hazen.

Penelitian pada tikus dan manusia menunjukkan bahwa bakteri di dalam usus bisa memakan carnitine. Unsur ini dipecah menjadi gas yang kemudian diubah di dalam liver menjadi unsur kimia yang disebut TMAO. Dalam riset, TMAO sangat erat hubungannya dengan pembentukan simpanan lemak di dalam aliran darah yang bisa menyebabkan penyakit jantung dan kematian.

Dr Hazen dari Cleveland Clinic, mengatakan bahwa TMAO seringkali diabaikan. “Kemungkinan karena ia adalah produk sisa tetapi ia secara signifikan mempengaruhi metabolisme kolesterol dan berefek pada akumulasi kolesterol,” ujar dia. Temuan ini menunjukkan bahwa saran agar mengurangi konsumsi daging merah, adalah baik.

“Dulu saya mengkonsumsi daging merah lima hari dalam seminggu, tapi sekarang saya menguranginya menjadi sekali dalam dua minggu,” kata Dr. Hazen. Ia menambahkan bahwa temuan ini mendukung saran konsumsi yoghurt probiotik untuk mengubah keseimbangan bakteri di dalam usus. Menurunkan jumlah bakteri yang memakan cartinitine kemungkinan menjadi teori untuk menurunkan risiko kesehatan atas konsumsi daging merah. Vegetarian secara alami mempunyai bakteri lebih sedikit yang bisa memecah carnitine ketimbang pengkonsumsi daging.

          http://www.tempo.co/read/news/2013/04/10/060472344/Unsur-Kimia-Daging-Merah-Merusak-Jantung